Candi Kalasan Yogyakarta

Desa Kalibening yang berada di Kecamatan Tirtamani, Kabupaten Sleman, rupanya memiliki sebuah candi eksotis yang cukup tersohor di kalangan para wisatawan lokal maupun asing, yakni Candi Kalasan. Sebagai salah satu wisata candi di Jogja Candi Kalasan tidak kalah cantik dengan candi-candi lainnya. Pembangunan candi ini diperkirakan bersamaan dengan Candi Sari yang mana Candi Kalasan berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewi Tara, sedangkan Candi Sari merupakan asrama para Biksu.

Dibangun oleh Rakai Panangkaran atau yang memiliki gelar agung Maharaja Tejapurnama Panangkarana, meski sejatinya Candi Mendut merupakan candi untuk pemujaan agama Buddha, namun menurut tempat wisata di Jogja struktur bangunannya memiliki unsur Hindu yang cukup kuat di mana  mengisyaratkan masa peralihan akan kejayaan Mataram Kuno pemeluk Buddha yang lebih dikenal sebagai Wangsa Syailendra kepada Mataram Hindu pimpinan Wangsa Sanjaya, meskipun sejatinya mereka satu keluarga. Rakai Panangkaran sendiri kemudian menjadi raja kedua dari Mataram Hindu.

Hingga saat ini, Candi Kalasan masih aktif digunakan sebagai tempat peribadatan umat Buddha Yogyakarta, terutama para pemuja Dewi Tara. Wisatawan dapat menyaksikan upacara tersebut meskipun bukan pemeluk agama Buddha. Bukan hanya umat Buddha lokal, banyak pula wisatawan domestik maupun asing yang sengaja mengunjungi Candi Kalasan sebagai bagian perjalanan wisata religi dari keyakinan yang mereka anut.

Tiket masuk yang dibanderol pengelola untuk Candi Kalasan sangat terjangkau, yakni hanya Rp. 3.000,- saja per orang. Wisatawan sudah bebas mengeksplorasi tiap sudut candi yang terbuat dari batu alam andesit tersebut. Candi Kalasan sendiri juga dikenal dengan nama Candi Kalibening yang disesuaikan dengan nama desa tempat situs sejarah tersebut berada.

Candi Kalasan sendiri berada sekitar lima belas kilometer arah timur laut dari pusat kota Yogyakarta, atau dapat ditempuh dalam waktu empat puluh lima menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Meski tidak ada larangan tertulis untuk mengambil foto, namun wisatawan diwajibkan bertanya lebih dahulu kepada pengelola candi saat ingin memotret, sebab Candi Kalasan dipercaya akan kesakralannya di mana setiap tindak tanduk pengunjung harus penuh ketakziman. Jika tidak, diyakini dapat mendatangkan ketidakberuntungan.

Category: Wisata Candi