Keindahan Candi Sambisari Di Balik Timbunan Tanah

Berjarak kurang lebih empat kilometer dari kompleks Candi Prambanan, tepatnya dua belas kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, terdapat Candi Sambisari yang keindahannya sempat tertimbun oleh gundukan tanah akibat letusan Gunung Merapi. Walaupun kini telah dipugar, masih ada sebagian bangunan yang tidak dapat dikonstruksi ulang. Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi keindahan dari Candi Sambisari yang dinamai sesuai dengan dusun tempatnya berada, yakni Dusun Sambisari di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan.

Sebagaimana mayoritas wisata candi di Jogja, candi ini merupakan tempat pemujaan pemeluk keyakinan Hindu terhadap para dewa, dengan dewa utamanya Dewa Siwa. Hal ini diketahui dari arca Siwa yang terletak dalam bilik utama candi. Namun, tidak ditemukan adanya jejak pemujaan terhadap dewa Trimurti yang lain, yaitu Dewa Brahma dan Dewa Wisnu.

Namun ditemukan tiga arca lain, yakni Dewa Ganesha yang memiliki tubuh manusia namun bentuk kepala dan wajah selayaknya gajah yang dipercaya sebagai salah satu putra Siwa, Dewi Durga atau perwujudan lain dari Dewi Parwati yang tak lain adalah istri Dewa Wisnu, dan Agastya yang merupakan Dewa Kebijaksanaan dan selalu berkalungkan tasbih serta membawa seruling. Arca ketiganya menyebar pada ketiga candi pendamping dari candi utama di mana arca Dewa Siwa berada.

Candi ini sempat tertimbun cukup lama hingga ditemukan oleh seorang petani pada tahun 1966 dan baru selesai dipugar pada tahun 1987. Posisi Candi Sambisari sangat unik, karena menjorok ke dalam tanah sehingga permukaaan di sekitarnya lebih tinggi yang kemudian mengharuskan wisatawan menuruni cukup banyak anak tangga untuk mencapai ke pusat candi. Selain menikmati keindahan candi, wisatawan dapat pula mengunjungi museum yang berisi dokumentasi pemugaran Candi Sambisari.

Hanya dengan biaya tiket masuk sebesar Rp. 3.000,- saja per orang, wisatawan sudah dapat menikmati dengan leluasa panorama alam di sekitar Candi Sambisari. Selain itu, fasilitas umum yang disediakan pun sangat lengkap dan akses menuju tempat-tempat publik pun juga sangat mudah. Tetapi perlu diingat bahwa Candi Sambisari hanya dibuka untuk umum pada pukul delapan pagi hingga enam sore.

Category: Wisata Candi